Perbankan Harus Siap-siap Tambah Modal

Kamis, 1 Juli 2010

Perbankan nasional harus bersiap-siap bekerja lebih keras untuk memperkuat permodalan dan kesehatan likuiditasnya. Apalagi, hal ini telah menjadi poin penting dari pertemuan G-20 di Toronto, Kanada, akhir pekan lalu.

"Anggota G-20 menyepakati langkah antisipasi terulangnya guncangan di sistem keuangan lewat penguatan modal dan perbaikan likuiditas," ujar Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Halim Alamsyah, Rabu (30/6/2010).

Pembenahan dan perbaikan kualitas lembaga dan industri keuangan memang menjadi topik hangat di pertemuan G-20. Meski sudah ada kesepakatan, tetapi detail soal besaran kenaikan atau waktu pelaksanaan belum ada. "Soal definisi modal yang berkualitas seperti apa, akan dibahas dan disetujui di pertemuan selanjutnya," jelas Halim.

Halim mencontohkan soal usulan kenaikan modal inti atau Tier 1 oleh bank. Angka persis kenaikan minimal modal inti bank belum menjadi kesepakatan. "Angka yang beredar rentangnya cukup lebar, antara 4 persen-8 persen kenaikannya," kata Halim.

Namun, soal waktu, G-20 sepakat penguatan modal bank harus terealisasi di akhir 2012. Nah, dalam hitungan BI, kalau aturan ini diterapkan ke perbankan nasional, pengaruhnya tidak akan terlalu besar.

"Kemungkinan hanya satu atau dua bank yang harus menambah modal intinya kalau aturan modal baru tersebut diterapkan," ungkapnya.

Dia menambahkan, kondisi perbankan di Indonesia cukup mengesankan dengan kondisi permodalan yang cukup kuat.

Besarnya modal inti perbankan nasional dipatok minimal 12 persen. "Ada memang bank yang modal intinya mendekati 6 persen atau 7 persen, tapi itu tidak banyak," pungkasnya.

KOMPAS.com

No comments yet.
Leave a comment
  • Name (required)
  • Email (will not be published) (required)
  • Security code (required)
For free subscription of MUC Tax news mailing list, send your email
  • Batam, Kompas - Tim dari Departemen Keuangan, khususnya dari Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, masih mengkaji regulasi dan implementasinya di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam.
MUC Consulting Group
MUC Building
Jl TB Simatupang Kav 15 Tanjung Barat
Jakarta Selatan 12530 Indonesia
Ph. 62-21 788 37 111, Fax. 62-21 788 37 666
Email: info[at]mucglobal.com

© 2009 MUC Consulting Group. All rights reserved.