Indonesia dan Malaysia Kolaborasi Setrum

Selasa, 27 Oktober 2009

JAKARTA, Kerja sama untuk membangun interkoneksi jaringan listrik untuk Serawak dan Kalimantan Barat bakal menguntungkan bagi kedua negara. Indonesia tidak perlu lagi melakukan investasi yang cukup besar untuk menyediakan pasokan listrik. Selain itu, juga bisa meringankan beban pokok produksi.

"Nilai total investasi untuk Malaysia-Sumatera mencapai 400 juta dollar AS," tegas Direktur Utama PLN Fahmi Mochtar, Selasa (27/10). Jaringan interkoneksi Malaysia-Sumatera mulai dibangun pada 2011 dengan menggunakan jaringan kabel laut.

Namun, masih ada pembicaraan lebih lanjut soal bagaimana kontrak, harga jual, dan masalah pendanaan. Misalnya, Fahmi mencontohkan, bagaimana jika ada gangguan.

"Kita lihat apakah akan membuat perusahaan khusus dari kedua belah pihak ataukah seperti sekarang ada bagian PLN dan bagian Malaysia," papar Fahmi.

Soal pendanaan, Bambang mengungkapkan, sudah ada beberapa bank dunia yang tertarik. Beberapa di antaranya Bank Dunia, ADB, dan JCIC. Ia mengharapkan komitmen pendanaan paling lambat bisa selesai pada 2012.

Dengan interkoneksi Sumatera-Malaysia dan Malaysia-Kalimantan, Bambang mengatakan, interkoneksi ASEAN akan segera terwujud. Saat ini sudah ada interkoneksi antara Malaysia-Singapura, Myanmar-Thailand, dan Malaysia-Thailand.

Kompas.com

No comments yet.
Leave a comment
  • Name (required)
  • Email (will not be published) (required)
  • Security code (required)
For free subscription of MUC Tax news mailing list, send your email
  • Batam, Kompas - Tim dari Departemen Keuangan, khususnya dari Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, masih mengkaji regulasi dan implementasinya di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam.
MUC Consulting Group
MUC Building
Jl TB Simatupang Kav 15 Tanjung Barat
Jakarta Selatan 12530 Indonesia
Ph. 62-21 788 37 111, Fax. 62-21 788 37 666
Email: info[at]mucglobal.com

© 2009 MUC Consulting Group. All rights reserved.